NEWS UPDATE :  
SMA AS-SALAM AMBON

Berita

Refleksi: Dan Akhirnya Bisa Mewujudkan Harapan Mereka

Ambon (30/6/25)

Sebuah refleksi dari Kepala SMA As-Salam Ambon

Saya intip mereka dari jendela sekolah saat menuruni tangga yang sebenarnya masih darurat, di antara tingginya rerumputan di sekitar sekolah. Saya perhatikan juga dengan seksama raut wajah mereka saat apel pagi di halaman sekolah yang becek dan berumput, gestur tubuh mereka, bahkan cara mereka melangkah masuk kelas menjadi penilaian saya. Juga, bagaimana kelenjutan perkembangan mereka? Apakah mereka bahagia dengan kondisi itu? Dan yang paling menghantui adalah, bagaimana hasil akhirnya nanti? Akankah sekolah ini dapat memenuhi harapan mereka?

SMA As-Salam Ambon memulai kegiatan pada tahun 2021 di saat Yayasan As-Salam Maluku telah dua puluh tujuh tahun berkiprah di dunia pendidikan dan memberikan sumbangsih yang cukup penting bagi kota Ambon khususnya.

SMA As-Salam Ambon diawali oleh sepuluh siswa dan sampai ujian terakhir Sembilan siswa. Sedih rasanya jika melihat kenangan berupa foto-foto maupun video yang terdokumentasi di Youtube, Instagram maupun Facebook. Kesedihan itu bukan lantaran minimnya sarana dan prasarana, karena Yayasan As-Salam Maluku sudah cukup menyediakan yang diperlukan. Sedih di sini lebih pada ungkapan terharu, salah satunya mengingat bagaimana sembilan siswa itu harus rela bersama sekolah baru, guru yang juga baru, bahkan di antaranya masih terlihat seperti anak remaja seumuran muridnya.

Saya intip mereka dari jendela sekolah saat menuruni tangga yang sebenarnya masih darurat, di antara tingginya rerumputan di sekitar sekolah. Saya perhatikan juga dengan seksama raut wajah mereka saat apel pagi di halaman sekolah yang becek dan berumput, gestur tubuh mereka, bahkan cara mereka melangkah masuk kelas menjadi penilaian saya. Juga, bagaimana kelenjutan perkembangan mereka? Apakah mereka bahagia dengan kondisi itu? Dan yang paling menghantui adalah, bagaimana hasil akhirnya nanti? Akankah sekolah ini dapat memenuhi harapan mereka?

Terlepas dari optimis besar, tentu manusiawi pertanyaan-pertanyaan dan kekawatiran itu menggelayut dalam pikiran. Terlebih jika melihat bukti bahwa dua di antara mereka sudah nyaris putus di perjalanan awal. Satu orang bahkan bisa dikatakan depresi dan mengaku mengalami gejala inferiority complex. Saya merahasikan ini. Hanya satu guru yang saya ajak curhat.

Saya selalu teringat salah kalimat yang diucapkan oleh salah satu wali murid, bahwa dia senang dan sengaja mencari sekolah baru yang muridnya masih sedikit. Saya pikir itu kalimat menghibur. Di kemudian hari ternyata apa yang diucapkan wali murid kelas perdana benar adanya. Bahkan di kemudian hari, apa yang diharapkan dari sekolah baru lebih dari ekpektasinya. Anaknya itu kini melanjutkan di Universitas Negeri impiannya dan lulus melalui jalur seleksi nasional SNPMB. Suatu kali, dengan bangganya saat ia mengunjungi sekolah menyampaikan kepada salah satu guru bahwa dia mendapatkan nilai semester pertama tertinggi di kelasnya, 3,78.

Sementara itu ada juga wali murid lain yang begitu membanggakan sekolah. Saya pikir, “apakah iya benar seperti itu kebanggaannya”. Apa yang terjadi dengan kebanggan yang mungkin menjadi doa itu? Anaknya diterima dan menjadi taruna di sebuah sekolah tinggi semi militer di Kota Makassar. Sejujurnya saat itu kurang yakin apakah dia bisa lolos di perguruan tinggi yang diburu oleh ribuan siswa yang berebut menjadi taruna dari seluruh Indonesia itu. Dari Provinsi Maluku saja yang mendaftar sebanyak tiga puluh dua siswa, dan yang diterima hanya empat orang. Salah satunya adalah anak dari si Ibu yang membanggakan SMA As-Salam Ambon.

Dan yang terakhir adalah seorang siswi yang sebelumnya sekolah di Kota Besar di Pulau Jawa. Di hari-hari pertama saat ditanya tentang misi setelah di SMA As-Salam Ambon, ia dengan yakin menjawab akan melanjutkan studi ke Luar Negeri. Dan kini, ia telah menjadi salah satu thullab/Mahasiswi di Dar Al-Zahra Yaman sebagaimana yang ia impikan. Alhamdulillah.

Beberapa waktu lalu, saya menerima ungkapan dari salah satu lulusan perdana berupa kalimat yang menggelitik; “Kenapa sih akreditasi A pas gak di kita?”. Ya… Akreditasi pertama SMA As-Salam Ambon diadakan pada Oktober 2024. Dan pada 18 Februari mendapatkan informasi dari BAN-PDM bahwa SMA As-Salam Ambon mendapatkan nilai Akreditasi A.

Topik refleksi ini belum selesai.
Insya Allah akan dilanjutkan di kesempatan berikutnya. Masih ada beberapa hari ke depan untuk mendaftar di SMA As-Salam Ambon. SPMB akan ditutup pada 10 Juli 2025
......